BERPIKIR KOMPUTASIONAL

(Computational Thinking)


 


 A. BERPIKIR KOMPUTASIONAL 

1. Berpikir Komputasional (Computational Thinking) merupakan suatu metode untuk menuntaskan persoalan menggunakan penerapan teknik ilmu komputer/informatika. Berpikir komputasional dilakukan dengan batasan proses komputasi yang dieksekusi oleh manusia ataupun mesin.

a. Berdasarkan konsep, informatika tidak hanya belajar tentang bagaimana cara menulis kode program tapi juga diperlukan pemahaman untuk berpikir pada beberapa tingkat abstraksi.

b. Kemampuan dasar yaitu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang di era milenial.

c. Perlunya berpikir komputasional agar masalah dapat dipecahkan tanpa harus berpikir sebagaimana komputer.

2. Proposisi adalah merupakan sebuah pernyataan yang menggambarkan keadaan benar atau salah dalam bentuk sebuah kalimat. Istilah proposisi biasanya digunakan dalam analisis logika dimana keadaan dan peristiwa secara umum melibatkan seseorang atau orang yang dirujuk dalam kalimat. Atau Kebenaran suatu kalimat harus sesuai fakta.

Proposisi Majemuk menjelaskan "kemajemukan proposisi (anteseden dan konsekuen) yang dipadukan". Anteseden sering disebut dengan premis dan konsekuen disebut dengan kesimpulan. Proposisi majemuk terdiri atas satu subjek dan dua predikat atau bisa juga terdiri atas dua proposisi tunggal.

Perhatikan contoh kalimat proposisi majemuk berikut :
a. Bayam merupakan tanaman sayuran sekaligus obat alami penurun darah tinggi.
Subyek : Bayam, predikat : sayuran dan obat alami penurun darah tinggi

b. Antiseden : ' Kuda adalah kendaraan para ksatria dizaman kerajaan dan Kuda merupakan simbol kejayaan'.
Menjadi Konsekuen : ' Kuda adalah kendaraan para ksatria dizaman kerajaan dan symbol kejayaan.


3. Negasi/ingkaran suatu pernyataan adalah suatu pernyataan yang bernilai benar (B), jika pernyataan semula bernilai salah (S) dan sebaliknya. Apabila sebuah kalimat pernyataan bernilai benar, maka setelah dinegasikan, kalimat itu akan bernilai salah. Sebaliknya, apabila sebuah kalimat pernyataan bernilai salah, maka setalah dinegasikan, kalimat tersebut akan bernilai benar.
Contoh kalimat negasi (ingkaran):
1. Ikan hanya bisa hidup di air (benar)
Negasinya : Ikan bisa hidup di darat (salah)
2. Monyet pandai memanjat pohon (benar)
Negasinya : Monyet pandai menanam pohon (salah)

4. Konjungsi adalah Kata hubung konjungsi adalah 'dan' dengan simbol '|'. Sehingga semua pernyataan majemuk yang dibentuk oleh kata penghubung 'dan' disebut konjungsi. Misalkan tersedia data sebagai berikut :
p : Tahun 2004 adalah tahun kabisat (habis dibagi 4).
q : Bulan Februari di tahun 2020 memiliki 29 hari.

5. Disjungsi adalah Dua kalimat deklaratif yang dihubungkan dengan kata hubung 'atau' dan ditulis 'v' disebut disjungsi. Untuk menentukan tabel kebenaran dari disjungsi, lakukan cara yang sama seperti membuat tabel kebenaran konjungsi. Misalkan tersedia data sebagai berikut :
p : Tahun 2000 adalah tahun kabisat (habis dibagi 4).
q : Bulan Februari di tahun 2020 memiliki 29 hari.

6. Implikasi Pernyataan majemuk yang dibentuk oleh kata hubung "jika " maka " disebut implikasi dengan simbol . Untuk menentukan nilai tabel kebenarannya, perhatikan gambar berikut. Misal jika ismah lulus ujian, maka ia akan memberikan uang kepada adiknya. Misalnya:
A : Ismah lulus ujian.
B : Ismah memberikan uang kepada adiknya. Sekarang kita tentukan negasi dari p dan q sebagai berikut.
~A : Ismah tidak lulus ujian.
~B : Ismah tidak memberikan uang kepada adiknya.
 


 Contoh implikasi :
1. Tentukan nilai kebenaran dari implikasi dua pernyataan berikut :
p : Semua orang akan mengalami masa tua
q : Semua orang akan meninggal dunia
Jawab
p -> q : Jika semua orang mengalami masa tua, maka kelak akan meninggal dunia (benar)

7. Deduktif

Penalaran deduktif adalah proses penalaran yang bertujuan untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum. Dengan kata lain deduksi merupakan suatu penalaran untuk menyimpulkan hal khusus dari sejumlah proposisi umum.

8. Induktif
Induktif atau Logika Induktif adalah Proses penarikan kesimpulan dari kasus kasus nyata secara individual (khusus) menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Selain itu, Benyamin Molen (2014:14) menyatakan bahwa induksi adalah suatu penalaran yang berasal dari pernyataan - pernyataan yang bersifat khusus atau tunggal, kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum.

9. Abduktif
Menurut Donny Gahral Adian & Herdito menyatakan bahwa Abduksi adalah metode untuk memilih argumentasi terbaik dari sekian banyak argumentasi yang mungkin. Oleh sebab itu abduksi sering disebut dengan argumentasi menuju penjelasan terbaik.

10. Inferensi
Pengertian inferensi menurut pendapat ahli, yaitu :
1. Menurut Collins Dictionary, Inferensi adalah kesimpulan yang kita tarik tentang sesuatu dengan menggunakan informasi yang sudah kita miliki tentang itu.
2. Menurut Literary Terms, Inferensi adalah proses menarik kesimpulan dari bukti pendukung yang ada. Kita dapat membuat kesimpulan ketika membaca literatur. Petunjuk diberikan oleh penulis tentang apa yang terjadi, dan kita harus mencari tahu berdasarkan bukti itu. Penulis menyiratkan dan para pembaca menyimpulkan.
3. Menurut Philosophy Terms, Inferensi adalah proses menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang ada. Berdasarkan beberapa bukti atau 'premis', kita memebuat sebuah kesimpulan.
4. Menurut Your Dictionary, Istilah "inferensi" mengacu pada proses observasi atau pengamatan dan pengetahuan untuk menentukan kesimpulan yang masuk akal.

1. Jenis Inferensi
Dilihat berdasarkan jumlah premisnya, inferensi pada dasarnya diklasifikasikan menjadi dua:
a. Inferensi langsung (immediate inference), yaitu proses membuat kesimpulan dari sebuah premis.
b. Inferensi mediasi (mediate inference), proses membuat kesimpulan/konklusi dari dua atau lebih premis yang saling terkait secara logis.

2. Contoh logika inferensi
a. Ismah pulang ke rumah pukul 14 sore, terlihat pintu rumah masih terkunci karena ayahnya pulang kerja pukul 15.
Ismah juga melihat tidak ada alas kaki di teras rumahnya sehingga menyimpulkan bahwa ayahnya belum pulang.
b. Luluk melihat asap mengepul dari ruang dapur dan mencium bau gosong.
Luluk menyimpulkan bahwa ada yang terbakar di ruang dapur.
c. Budi melihat banyak semut mengerumuni remahan roti di bawah meja.
Budi menyimpulkan bahwa anaknya lupa membersihkan sisa makanan
d. Bambang bekerja sebagai guru dan setiap pulang kerja merenovasi rumahnya tanpa bantuan tukang bangunan.
Dapat disimpulkan bahwa selain sebagai guru, Bambang memiliki keahlian sebagai tukang bangunan
e. Ketika group whatsapp berbunyi dan ada notifikasi dari teman kerjanya, susi tersenyum.
Dapat disimpulkan bahwa susi senang membaca kabar dari temanya
f. Bilqis memakan buah mangga yang baru dibeli ibunya, ia terlihat mengerutkan wajahnya.
Dapat disimpulkan bahwa Bilqis memakan buah yang belum masak

11. Negasi, Konjungsi dan Disjungsi berfungsi juga sebagai logika aritmatika pada kehidupan sehari-hari, yaitu kemampuan analisis dalam memahami pola-pola tertentu (dalam bentuk angka). Dengan memanfaatkan bilangan biner, maka logika matematika dapat dilakukan. Misal untuk menyalakan saklaSr listrik rumah tangga, apabila angka 1 berarti hidup dan angka 0 berarti mati, maka dapat diperoleh sebagai berikut :
1. Negasi/Ingkaran

Jika X bernilai benar (1), maka Y bernilai salah (0) 

 

2. Konjungsi
Z bernilai benar (1) jika X 'dan' Y bernilai benar

 

3.Disjungsi
Z bernilai benar (1) jika X "atau" Y bernilai benar 

 

 

SISTEM BILANGAN 

Sistem bilangan merupakan suatu cara untuk menuliskan deret bilangan. Adapun definisi lain yang menyebutkan bahwa sistem billangan adalah sebuah proses sebagai wakil dari besaran berupa item fisik, sistem bilangan menggunakan suatu bilangan dasar atau basis tertentu. 

Konversi adalah Teknik mengubah suatu bentuk menjadi bentuk lainnya, tetapi tetap memiliki arti dan nilai yang sama.
Konversi bilangan adalah Teknik proses mengubah bentuk bilangan satu ke bentuk bilangan lain yang memiliki nilai yang sama.
1. Bilangan Biner (Bilangan berbasis dua, bilangannya: 0 dan 1)
2. Bilangan Oktal (Bilangan berbasis delapan bilangannya: 0,1,2,3,4,5,6,7)
3. Bilangan Desimal (Bilangan berbasis sepuluh, bilangannya: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9)
4. Bilangan Hexadesimal (Bilangan berbasis enam belas, bilangannya:
    0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F) 

 


BILANGAN BINER
1. Biner Istilah bilangan biner sering disebut juga dengan bit atau binari digit. Dalam penggunaannya, biasanya bilangan biner digunakan pada bidang digital atau segala hal yang membutuhkan peryataan "ya" dan "tidak", "on" dan "off", maupun "buka" dan "tutup". Nama lain dari biner adalah bilangan basis 2. Biner merupakan sistem bilangan yang hanya memiliki 2 angka, yaitu angka 0 dan 1. Jika dalam desimal, angka disebut dengan digit, maka dalam biner angka disebut dengan bit (binary digit). Contoh bilangan biner adalah 1101111, 1111001, dan lain-lain. Konsep cara menentukan nilai biner sama dengan desimal, hanya saja jika di desimal menggunakan perpangkatan angka 10, maka di biner menggunakan perpangkatan angka 2.
Contoh penggunaan biner adalah ketika kita menyalakan saklar lampu. Apabila lampu menyala, maka nilai binarinya adalah 1 sedangkan apabila lampu mati, maka nilai binarinya adalah 0.
a) Konversi dari Biner ke Desimal
Bilangan biner dapat dikonversi menjadi bilangan desimal dengan cara mengubah setiap bit menjadi bentuk desimal. Biner juga disebut sebagai bilangan basis 

2.Position Value dalam sistem bilangan biner merupakan perpangkatan dari nilai 2 (basis 2), seperti pada tabel berikut ini :

 

Misal : Diketahui sebuah bilangan biner dengan nilai 1011, maka cara mengkonversi bilangan biner menjadi bilangan desimal adalah..
Bilangan biner : 1011  

 

b) Konversi dari Desimal ke Biner
Misal:
Diketahui bilangan desimal 199, maka cara mengkonversi bilangan desimal menjadi biner adalah dengan membagi bilangan desimal dengan basis 2 (dibagi dengan angka 2)

c). Heksadesimal

Heksadesimal adalah suatu sistem bilangan yang berbasis 16. Heksadesimal atau biasa disebut heksa merupakan sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16 simbol. Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, diperbanyak oleh 6 simbol lainnya yang memanfaatkan huruf A sampai F. Sistem billangan tersebut berfungsi sebagai penampil sebuah nilai alamat memori dan pemograman komputer. konversi dari Desimal menjadi Heksadesimal Misal: Diketahui bilangan desimal 199, maka cara mengkonversi bilangan desimal menjadi bilangan heksadesimal (basis 16) adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 16 (basis 16) 


Dari table diatas, dapat disimpulkan bahwa 199 jika dikonversi menjadi heksadesimal adalah C7

Konversi dari Heksadesimal menjadi Desimal
Misal:
Diketahui bilangan heksadesimal C7, maka cara mengkonversi bilangan heksadesimal menjadi bilangan decimal adalah dengan menghitung hasil jumlah perkalian dengan 16 (basis 16).Position Value dalam sistem bilangan heksadesimal merupakan perpangkatan dari nilai 16 (basis), seperti pada tabel berikut ini 

 
  
 
Contoh cara kedua 

 


 


 
 

Konversi bilangan desimal menjadi bilangan biner, oktal atau hexadesimal.
Konversi bilangan desimal menjadi biner, oktal atau hexadesimal juga memiliki konsep yang sama. Konsepnya bilangan desimal harus dibagi dengan basis bilangan tujuan, hasilnya dibulatkan kebawah dan sisa hasil baginya (remainder) disimpan. Ini dilakukan terus menerus hingga hasil bagi < basis bilangan tujuan. Sisa bagi ini kemudian diurutkan dari yang paling akhir hingga yang paling awal dan inilah yang merupakan hasil konversi bilangan tersebut. 
 
Konversi bilangan desimal ke biner.
Konversi bilangan desimal ke biner adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 2. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Contoh:
 
 
 

  

 
  



 


SISTEM PAKAR
Sistem pakar adalah suatu Program Komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.

Tujuan Sistem Pakar adalah mentransfer kepakaran seorang pakar ke komputer, kemudian melanjutkannya dari komputer ke orang lain (yang bukan pakar). 
 
Sistem Pakar adalah sistem berbasis kecerdasan buatan yang meniru kemampuan pengambilan keputusan manusia dan digunakan sebagai alat diagnostik untuk banyak penyakit termasuk diabetes mellitus, COVID-19, kanker, penyakit arteri koroner (CAD), dan penyakit lainnya.

Sistem Pakar  fuzzy untuk mendiagnosis penyakit jantung berdasarkan rekam medis di Yordania dikembangkan menggunakan studio visual, dan sistem mampu mengidentifikasi pasien CAD (Computer Aided Diagnosis)

Sistem Absensi Fingerprint Berbasis Arduino dengan Data Penyimpanan
Pola yang ada pada jari bersifat unik, pola tersebut dinamakan biometrik. Biometrik digunakan pada metode absensi fingerprint. Penelitian tentang absensi dengan fingerprint baru sebatas pengolahan data absensi tanpa dibuat alat fingerprintnya yang layak pakai Oleh karena itu dibuat alat absensi dengan metode fingerprint berbasis Arduino.